Posted on Leave a comment

Bulung Kuah Pindang Bali No ratings yet.

 

Sebagai wilayah dengan distrik laut yang lumayan luas, menciptakan Bali menjadi penghasil rumput laut dengan hasil paling melimpah, sampai-sampai di sana ada makanan khas Bali mempunyai nama bulung kuah pindang. Pembuatannya membutuhkan rumput laut dengan jenis Kappaphycus alvarezii yang mempunyai ciri-ciri warna yang hijau tetapi agak gelap dan tidak banyak kemerahan.

Uniknya, bulung kuah pindang mempunyai dua warna sesudah dimasak, yaitu hijau yang didapat dari perendaman dengan air kapur dan bakal bewarna putih bila rumput laut melalui proses penjemuran. Rumput laut itu nantinya bakal direbus dan diberi kuah pindang dan diberi taburan bumbu khas yang menciptakan rasanya pedas gurih. Bagi menikmatinya lumayan dengan memakannya bareng nasi yang masih hangat atau dapat dimakan dengan rujak buleleng.

Untuk menciptakan kuahnya, maka yang diperlukan ialah ikan segar laksana tongkol atau tuna yang direbus bareng daun salam, garam, dan serai. Kaldu ini nantinya bakal disiramkan bareng rumput laut rebus dan pada proses kesudahannya diberi pun bumbu garam, perasan jeruk limau, dan kelapa parut. Di samping itu, masih ada ekstra berupa bumbu halus dari jahe, terasi bakar, cabai rawit, dan garam pada wadah mengandung bulung kuah pindang tersebut.

Ada pun yang memberi taburan kacang tolo, kedelai, dan kacang tanah yang digoreng kering. Bagi mendapatkannya sangatlah mudah, sebab di Denpasar ada tidak sedikit warung dan rumah santap yang menyediakannya makanan khas Bali yang satu ini.

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *